jump to navigation

ketika “libtermcap” tidak ditemukan… June 25, 2008

Posted by getemono in linux.
add a comment

hal ini terjadi saat saya mencoba menginstall sofware “spice3f5sfix”.. ternyata pada source code software tersebut terdapat bug, yaitu tidak dapat menemukan library “libtermcap”, walaupun library yang bersangkutan sudah di-install sebelumnya..

solusinya,lakukan link sebagai berikut: (sebagai super user)

ln -s /usr/lib/termcap/libtermcap.so /usr/lib/libtermcap.so 

selamat mencoba…

peluk mesra,

-iprayudi-

rujukan: http://ilab.usc.edu/cgi-bin/yabb/YaBB.pl?board=bugs;action=display;num=1152345062

Menambah ukuran disk pada VMware June 19, 2008

Posted by getemono in Uncategorized.
add a comment

Terlanjur membuat disk dengan ukuran yang terlalu kecil pada VMware? Berencana bikin ulang virtual machine baru karena kurang kapasitas disk? Tidak perlu bingung, sedih, menyesal, kecewa, putus asa, apalagi frustasi.

Untuk solusi yang cepat & praktis, cukup buka terminal dan ketik:

vmware-vdiskmanager -x <ukuran-baru> namaDisk.vmdk

Masalah tuntas, tas, tas, tasss.

- fd -

Data bersama antara VmWare dengan SUSE10.3 June 18, 2008

Posted by getemono in linux.
2 comments

saya ga tau teorinya apa.. tapi berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan agar OS(virtual) dengan OS(non-virtual) sama-sama dapat mengakses sebuah directory :

1. pastikan directory yang akan dijadikan target data bersama memiliki tipe “drwxrwxrwx”. untuk melihatnya gunakan perintah

 > ls -lta 

seandainya belum, silakan dirubah terlebih dahulu. caranya :

1.a. masuk sebagai super user

1.b. gunakan perintah

> chmod 777 <directory yang dituju>

2. jenis network connection OS(virtual) di-set pada jenis “host-only”

3. matikan firewall terlebih dahulu. untuk mematikannya, masuk ke yast -> security and users -> firewall

4. selanjutnya, masuk ke yast -> network services -> samba server

pada tab “shares” silakan klik “add” untuk memasukkan directory yang ingin di-share

5. setelah selesai, silakan klik “edit”. di sini kita akan melakukan konfigurasi pada directory yang di-share tersebut. sebagai contoh, tambahkan beberapa konfigurasi berikut:

guest OK -> YES
hosts deny -> ALL
hosts allow -> <masukkan IP address OS(virtual)>

lalu klik “ok” dan “finish”

6. sekarang, silakan nyalakan OS(virtual)-nya dan coba connect ke 123.45.67.1 (asumsi IP address OS(virtual) = 123.45.67.87). ingat saja, angka terakhir diganti dengan angka “1″.

nah, demikianlah langkah-langkahnya.

selamat mencoba dan semoga berhasil

peluk mesra,

-iprayudi-

Pemodelan Katro May 17, 2008

Posted by getemono in C, matlab, verilog, vhdl.
add a comment

VHDL, verilog itu hanyalah model. Iyah model dari hardware. Jadi sebelum anda koding vhdl atau verilog, anda harus tahu apa yang dimodelkan.

Kalau block diagram itu apa?

Block diagram atau arsitektur itu merupakan representasi (apa sih beda representasi dengan presentasi ?) dari hardware. Representasi dari bagaimana blok-blok itu berhubungan, bagaimana IO-nya. Tapi bagaimana sekuen dan timing lebih detailnya, tidak diceritakan lebih eksplisit. Tapi lumayan kalau sudah ada block diagramnya.

Kalau flowchart itu apa?

Flowchart merupakan representasi dari algoritma, bagaimana flow dalam suatu algoritma. Tidak semua hardware dapat dimodelkan oleh flowchart, paling hanya state machine atau flow data/control dalam suatu rangkaian modul-modul.

Model matlab dan c merupakan model sekuen, bisa untuk referensi fungsional dari hardware yang akan dibuat. Referensi fungsional dari matlab dan c menjadi acuan dalam model hardware. Jika model matlab/c nya lengkap dan detail, misalnya bit precisision. Contohnya lebar bit mutiplier/adder sudah ditetapkan, maka model hardware pun terdefinisi jelas dan terbatas. Effort/problem dari desain model hardware pun dapat diperkirakan. Maka dianjurkan sebelum desain model hardware dengan HDL, dianjurkan untuk membuat model matlab/c secara lengkap dan detail. Dan harus diingat tidak ada tool/software yang dapat mengkonvert matlab/c ke HDL (CMIW).

Dari matlab/c kemudian ditulis kode HDL, tapi bukan berarti menulis kode HDL berdasar kode matlab/c yang ada. Matlab/c adalah model software, HDL adalah model hardware. HDL bukan model dari model software. Jadi dari model software ini diturunkan blok diagramnya/arsitektur, (dan flowchartnya) yang merepresentasikan hardware sesungguhnya (fisik).

Gampangannya:

Problem –> matlab/c –> arsitektur/blok diagram –> HDL (verilog/VHDL)

Kenapa sih harus pakai matlab/c ?

Misalkan problemnya : membuat image viewer pada VGA dengan sumber gambar jpg.
Anda tentu harus membuat matlab/c nya terlebih dahulu untuk menguji apakah benar algoritma anda dapat menghasilkan raw RGB dari gambar jpg? Kalau matlab/c anda berhasil mendekode jpg ke raw RGB, oke anda sudah benar2 ngerti algoritmanya. Jadi jika nanti ternyata fpga anda gagal, kemungkinan bukan salah di pemahaman algoritmanya, tapi mungkin salah di pembuatan blok diagramnya, mungkin salah di kode HDL-nya, atau mungkin salah di FPGA/Implementasinya.

Nah kalau anda tiba-tiba langsung main nulis kode HDL, itu berarti anda katrok!

- Pak Mul -

source : http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/05/16/pemodelan-katro/

Tutorial Modelsim: Compile, Simulasi, DO Script. May 17, 2008

Posted by yansyafri in modelsim.
Tags: , ,
2 comments

Case: Paralel to Serial Circiut.

Modelsim adalah tools verifikasi dan simulasi RTL (Register Transfer Logic) baik VHDL maupun Verilog HDL yang dibuat oleh Mentor Graphics. Beberapa orang mengatakan Mentor Graphics bagus dalam RTL level, sedangkan Cadence dan Synopsys bagus dalam back-end process dan analog.

Berikut adalah tutorial untuk pemula yang baru memulai menggunakan Modelsim. Desain dibuat dengan Verilog HDL.

Tutorial ini berisi: bagaimana memulai membuat environtment kerja di Modelsim; compile, simulasi, dan melihat signal (add wave); membuat script “do” untuk compile, simulasi, dan add wave sekaligus.

Download tutorial.

Selamat mencoba :)

Multiple Desktop: Bikin Kerja Lebih Asyik. May 16, 2008

Posted by yansyafri in linux.
add a comment

Bayangkan kita sedang berada di sebuah meja kerja. Di depan kita ada kertas-kertas berserakan, buku-buku catatan, alat-alat tulis, peralatan kerja, secangkir kopi, dan seabrek peralatan lainnya yang membuat meja jadi penuh sesak. Bukan tidak mungkin pekerjaan kita jadi kacau balau. Alangkah bainya jika kita memilah-milah bagian-bagian yang sejenis, lalu meletakkannya di dalam satu tempat. Sehingga akan ada meja kerja, meja menulis, meja cangkir kopi, dan sebagainya sesuai kebutuhan kita.

Hal yang sama terjadi ketika kita bekerja dalam desktop. Taskbar yang sangat banyak akan membuat kita pusing. Multiple desktop adalah solusi yang menarik. Untuk menkonfigurasi multiple desktop di opensuse, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Secara default, opensuse akan menyediakan 2 desktop. Klik kanan pada desktop lalu pilih configure desktop.

2. Pilih tab Multiple Desktop, tambahkan sejumlah desktop yang diinginkan lalu beri nama, misalnya: wokr1, work1, office, fun. OK.

3. Klik kanan pada icon SUSE di pojok kiri bawah, lalu pilih Panel Menu –> Configure Panel.

4. Pilih tab Taskbar, lalu uncheck pilihan “Show windows from all desktop”. OK.

Sekarang desktop sudah siap digunakan untuk bekerja sesuai dengan kepentingan masing-masing desktop, tanpa saling mengganggu. :)

Menjadikan Krusader = winscp May 14, 2008

Posted by adegawa in linux.
add a comment

SCP (Secure Copy) merupakan suatu cara transfer file antara local dan remote host atau antar 2 remote hosts yang memperhatikan masalah keamanan, menggunakan protokol SSH (Secure Shell).

Winscp merupakan suatu aplikasi/software SCP yang berjalan dalam lingkungan windows.Tampilannya yang sederhana, berbentuk dual layar dalam satu window yang merupakan dua terminal yang saling berhubungan, memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam transfer file dan editing.

Krusader merupakan jenis aplikasi file manager yg memiliki tampilan sama dengan winscp atau total commander yaitu dual window. Sehingga proses transfer file mudah dilakukan. Krusader tidak hanya dapat mengakses folder/file local, akan tetapi juga dapat terhubung ke ftp tertentu. Tentunya Krusader juga dapat beralih fungsi menjadi seperti winscp. Bagaimana caranya ? Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan :

1. Tentu saja krusader harus sudah terinstall di komputer.

Krusader dapat di-install dari repository openSUSE. Sebelumnya, pastikan repository telah siap, baik dari DVD,atau sumber lainnya. Buka YaST > Software > Software Management. Kemudian search krusader. Setelah ketemu, kemudian di centang > Accept. Jika tidak punya atau tidak menemukan krusader di repository, maka cari dan download sendiri di dunia maya.

2. Jika menggunakan private key untuk akses server tersebut, maka pastikan private key openSSH kita sudah dikenal di komputer kita. Baca ini

3. Buka krusader. Pada salah satu layar tuliskan alamat dengan format berikut

fish://[user-name]@[nama/alamat server]

sebagai contoh : fish://ucrit@laptop.unyil.co.id

atau : fish://ucrit@176.250.1.23

< nama dan alamat adalah fiksi belaka, jika ada kemiripan maka itu hanya perasaan dek adek sadja :-) >

Jika qta kesulitan mengakses suatu file yang memiliki permission yang terbatas, maka jalankan krusader versi root, yaitu dengan menjalankan konsole > login sebagai root/su > kemudian ketik krusader. Beda krusader root dengan yang biasa dapat dilihat pada icon nya. Icon krusader root berwarna merah.

Selamat mencoba n_n.

Membuat log di MATLAB May 13, 2008

Posted by adegawa in matlab.
add a comment

Log dari suatu pekerjaan sangatlah penting. Salah satu fungsinya adalah sebagai berikut : Saat bekerja di MATLAB, melakukan iterasi yang sangat panjang terkadang membuat command window tidak mampu memperlihatkan hasil diawal proses iterasi. MATLAB memiliki fasilitas command history, akan tetapi hanya menunjukkan sintax yang kita ketik pada command window, tidak menyimpan semua yang ter-display pada command window.

Maka, gunakan fungsi diary pada MATLAB.
caranya :

  1. ketik diary (spasi) nama_file
  2. ketik diary on
  3. lakukan pekerjaan seperti biasa
  4. diakhiri dengan diary off

Cara ini dapat dilakukan pada command window atau pada m file.
Apabila proses no.1 tidak dilakukan maka MATLAB tetap akan menyimpan log tersebut dengan nama
diary, dan bisa dibuka dengan menggunakan text editor.